review filsafat umum atang abdul hakim
BOOK RIVIEW FILSAFAT UMUM
Judul Buku: filsafat umum
Pengarang: Atang Abdul hakim, Beni Ahmad Saebeni
Penerbit: Cv Pustaka Setia
Kota Terbit: Bandung
Tahun Terbit: 2008
Tebal: 516 Halaman
Nama: Umar Abdul Aziz
Nim: 1703130051
Prodi: Ilmu Al-Qur’an dan tafsir (IQT)
Pendahuluan
Menurut pendapat saya buku filsafat umum karangan Atang Abdul Hakim dan Beni Ahmad Saebeni sangat lah cocok bagi pemula, kalangan para guru, para dosen dan lain sebagainya.
Alasan saya mengangkat buku ini sebagai bahan riview buku ini kerna bagi saya buku ini sangat lah bagus baik dan sangat jelas dalam menjelaskan apa itu pengertian filsafat,apa saja objek materia dan dan objek forma dalam filsafat, dan banyak lagi
Dan yang menarik lagi dalam buku ini tidak ada satupun catatan kaki kerna buku ini sangat lah jelas dan juga cukup lumayan tebal sehingga para pemula atau para pembaca tidak perlu membutuhkan jawaban jawaban yang belom iya pahami kerna buku ini sangat lah jelas.
Dan yang menarik lagi buku ini terdiri dari 2 pengarang dan 20 bab, bab 1 dan bab selanjutnya saling berkaitan satu sama lain sehingga tidak membingungkan para pembaca
Dan yang menarik juga buku ini memiliki daftar pustaka yang sangat banyak hingga 55 pengarang.
Dan yang menarik juga dalam buku ini ada 1 bab yang menjelaskan para tokoh tokoh filsafat yang terkenal seperti thales, anaximandros dan lain sebagainya.
Isi Buku
buku filsafat umum karangan Atang Abdul Hakim dan Beni Ahmad Saebeni ini sangat lah tebal, buku ini terdiri dari 20 bab.
Bab1 menjelaskan tentang pengertian filsafat,objek materia dan objek forma dalam filsafat, struktur dan pembagian filsafat, metodologi filsafat.
Bab 2 menjelaskan tentang sistematika sejarah perkembangan filsafat, dalam bab 2 ini terdapat pembahasan yang menarik pada halaman 44 sampai 69 yaitu tentang periodisasi perkembangan filsafat di bagi kedalam enam periode,(yaitu:1periode purba.2.periode yunani.3.periode iskandariyah.4.periode islam.5.periode renaissance.6.periode modren.)nanti kita akan bahass secara singkat di bab pembahasan.
Bab 3 menjelaskan tentang hellenisme dan filsafat yunani, dalam bab ini 5 tokoh/aliran yaitu: 1. Epicuros. 2. Stoa. 3 skeptisme. 4.Neopythagoras. 5. Sekolahg skeptis akademia.
Bab 4 menjelaskan tentang plotinos dan neoplatonisme pembahasan ini sangat menarik.
Bab 5 menjelaskan tentang filsafat patrisstik Abad pertengahan Eropa pembahasan ini juga berkaitan dengan pembahasan sebelom dan sesudahnya.
Bab 6 menjelaskan tentang filsafat klasik sejak Thales sampai Gorgias,pembahasan ini sangat lah juga menarik kerna pada pembahasan ini menjelaskan/memuat kurang lebih 10 para tokoh filsafat di antaranya:Thales,Anaximandros,anaximenes, pythagoras, herekleitos, perminides, leukippos, demokritos, zeno, Gorgias.
Bab 7 menjelaskan tentang filsafat klasik,pada bab ini ada 3 tokoh filsafat yang terkenal diantaranya:socrates, plato dan idealismenya, aristoteles.
Bab 8 menjelaskan tentang filsafat pramaterialistik, pada bab ini ada 4 aliran yang sangat menarik diantaranya: aliran pramaterialistik, rasionalisme, idielisme, empirisme.
Bab 9 menjelaskan tentang kritisme immanuel kant bab ini juga sangat menarik untuk para pemula,pembaca dan lain sebagainya.
Bab 10 menjelaskan tentang positivisme auguste comte,pada bab 10 ini juga berkaitan dengan bab sebelomnya.
Bab 11 menjelaskan tentang pragmatisme,bab ini juga angat berkaitan dengan bab sebelom dan sesudahnya.
Bab 12 menjelaskan tentang fenomenologisme.
Bab 13 menjelaskan tentang eksistensialisme.
Bab 14 menjelaskan renaissance dan humanisme.
Bab 15 menjelaskan tentang materialisme dan karl marx.
Bab 16 menjelaskan tentang filsafat hidup henri Bergson.salah satu toko0h filsafat yangterkenal juga.
Bab 17 menjelaskan tentang fenomenologi.
Bab 18 menjelaskan tentang sekularisme.
Bab 19 menjelaskan Hegel tentang moralitas dan struktur Sosial.
Bab 20 menjelaskan tentang para tokoh filsafat islam, di antaranya: Al-kindi, Al-farabi, Al-ghazali, Ibnu sina, Ibnu Russyd.
Pembahasan
kita akan mulai membahas buku tentang filsafat umum karangan Atang Abdul Hakim dan Beni Ahmad Saebeni ini satu persatu secara singkat dan mudah di fahami.
Pada bab 1 pengarang buku ini menjelaskan tentang apa itu pengertian filsafat: secara filosofi, kesukaran memberikan definisi filsaat disebabkan oleh hal-hal berikut:
Setiap orang berhak memberikan definisi filsafat sesuai dengan pengetahuan sebatas yang diketahuinya. Oleh karena itu, perbedaan dalam memberikan definisi menjadi hal yang wajar.
Setiap filosof memiliki pengalaman sendiri-sendiri dengan kehidupan yang dihadapinya, dan definisi dapat diangkat dari berbagai situasi dan kondisi yang beragam sepanjang berkaitan dengan realitas kehidupan empirik para filosof.
Filsafat sering dimaknakan secara luas untuk semua ruang lingkup pengetahuan yang ujung-ujungnya berakhir dengan anggapan bahwa filsafat merupakan induk ilmu pengetahuan.
Filsafat juga dilegalisasikan secara rasional sebagai pembuat ideologi dan keyakinan tertentu, bahkan ada yang berpandangan bahwa agama tercipta oleh filsafat.
Tidak jarang orang yang berpandangan membingungkan orang lain, berbicara berbelit-belit mengaku dirinya sedang berfilsafat, kalau tidak membingungkan orang atau bahkan dirinya sendiri, bukan lah filsafat.
Batasan bagi filsafat sekedar mendudukkan filsafat sebagai objek kajian dalam ilmu pengetahuan,meskipun filsafat berbeda dengan ilmu dan dengan pengetahuan.
Setiap orang yang memberikan pencerahan pemikiran dan hikmah-hikmah bagi kehidupan manusiadikatakan sebagai filisof, sehingga para filosof adalah guru bagi semua manusia.
Tujuh alasan di atas membuat upaya mendefinisikan filsafat menjadi tidak mudah, Akan tetapi, sesulit apa pun suatu disiplin ilmu, tentu harus didefinisikan karena definisi merupakan langkah awal untuk mengetahui jati diri suatu disiplin ilmu yang hendak dikaji lebih mendalam.
Pada bab 1 ini juga menjelaskan tentang apa itu objek materia dan objek forma dalam filsafat: objek materia filssafat adalah segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Adapun objek forma filsafat adalah pencarian terhadap yang ada dan yang mungkin ada secara kontemplatif pada permasalahan yang tidak dapat dijangkau oleh pendekatan empiris dan observatif yang biasa berada dalam sains.
Pada bab 1 ini juga menjelaskan tentang apa itu struktur. Struktur filsafat adalah cara kerja filsafat dalam mencari kebenaran,cara kerja filsafat adalah sebagai berikut:
Menjadikan rasio sebagai alat utama untuk menemukan kebenaran.
Merasionalisasikan segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada dengan cara berfikir mendalam, logis, dan rasional.
Menjadikan semua objek ilmu pengetahuan sebagai objek materia filsafat, tetapi cara kerjanya tidak mengenal kata akhir sebuah kebenaran, karena kebenaran telah terbukti.
Kebenaran yang bersifat observatif dan empiris bagi filsafat merupakan langkah awal menuju pencarian kebenaran hakiki.
Cara kerja rasio yang sistematis, radikan dan spekulatif.
Objek kajian filsafat tidak sebatas segala pada sesuatu yang alamiah, bahkan sesuatu yang sebenarnya dzat yang menciptakan alam, yangtidak bersifat alamiah, yakni Tuhgan tak segan-ssegan dijadikan bahan perdebatan dan perbincangan filsafat.
Struktur filsafat yang mengikuti tiga paradigma utama berusaha memberikan jawaban atas berbagai keraguan manusia terhadap kebenaran tentang segala yang tampak, bahkan yang nyatanya tidak tampak.seperti telah diungkapkan di awal bahwa setiap hakikat pengetahuan dikaji secara ontologis, setiap sumber pengetahuan dikaji secara epistemologis, dan setiap manfaat atau fungsi pengetahuan menjadi kajian aksiologis.
Pada bab 1 ini juga menjelaskan tentang apa itu metodologi filsafat. Metode mempelajari filsafat ada 3 yaitu: 1. Metode sistematis. 2. Metode historis. 3. Metode kritis.
Pada bab 2 pengarang buku filsafat umum oleh Atang Abdul Hakim Dan Beni ahmad Saebeni ini menjelaskan beberapa pokok pembahasan di antaranya:
Dari mitologi ke pemikiran filsafat. Pada pembahasan ini kita akan bahas tentang priodisasi filsafat, ada 6 priodisasi filsafat. 1.periode purba:periode purba adalah zaman batu yang dipandang oleh para sejarawan sebagai zaman pengetahuan ilmiah. 2. Periode yunani: periode ini dapat dikaji sejak zaman yunani kuno (600SM-200SM). 3. Periode iskandariyah:pada periode ini di iskandariyah, ilmu dan para ilmuwan memperoleh perlindungan dan pendukung-pendukung ptolemeus. 4. Periode Renaissance: zaman Renaissance logika dalam abad ke 20 ditandai dengan terbitnya Principia Mathematica jilid 1 yang merupakan karya whitehead dan Betrand A.W. russel. 5. Periode helenitas dan romawi: masa Helenitas dan romawi adalah suatu masa yang tidak dapat dilepaskan dari peranan Raja Aleender Agung. 6. Periode modern.
Zaman patristik.
Istilah patristik berasal dari kata latin “ patres” yang berarti bapak dalam lingkungan gereja. Bapak yang mengacu pada pujangga keristen, mencari jalan menuju teologi kristiani, melalui peletakan dasar intelektualuntuk agama kristen.
Zaman Awal skolastik.
Sutardjo Wiramihardja mengatakan bahwa zaman ini berhubungan dengan terjadinya perpindahan penduduk, yaitu perpindahan bangsa Hun, dari Asia ke eropa sehingga bangsa jerman pindah melewati perbatasankekaisaran Romawi yang secara politik sudah mengalami kemerosotan. Karena situassi yang ricuh, tidak banyak pemikiran filsafati yang patut di tampilkan pada maa ini.
Zaman keemasan skolastik.
Zaman keemasan skolastik terjadi pada abad ke 13 sama dengan abad pertengahan, pada zaman skolastik ini, filsafat di pelajari dalam hubungannya dengan teologi. Akan tetapi, tidak berarti bahwa wacana filssafat hilang. Filsafat tetap dipelajari meskipun tidak secara terbuka dan mandiri.
Zaman akhir abad pertengahan.
Pada akhir abad ke 14 terjadi sikap kritis atas berbagai usaha pemikiran yang menyintesiskan pemikiran filsafat dan teologi yang semakin menyimpang dari pendapat aristoteles.
Zaman modren.
Betrand Russell (1979 : 479) menyatakan bahwa dalam sejarah, sebuah masa secara umum dapat dinyatakan sebagai masa modren, dapat dilihat dari berbagai sisi adanya perubahan mental yang menunjukkan perbedaan bila dibandingdengan masa pertengahan.,
Zaman baru (1800 – 1950 M) fenomenologisme dan eksistensialisme.
Seorang ahli berpendapat bahwa fenomenologi hanya suatu gaya berfikir, bukan suatu madzhab filsafat. Para ahli terntu lebih mengartikan fenomenologi sebagai suatu metode dalam mengamati, memahami, mengartikan, dan memaknakan sesuatu sebagai pendirian atau suatu aliran filsafat.
Pada bab 3 pengarang buku filsafat umum oleh Atang Abdul Hakim Dan Beni ahmad Saebeni ini menjelaskan beberapa pokok pembahasan di antaranya:
Hellenisme
Epicuros dan ajaran-ajarannya pada masa etik
Aliran stoa
Fikiran-fikiran setoa
Aliran skeptisme
Masa Religi
Pada bab 4 pengarang buku filsafat umum oleh Atang Abdul Hakim Dan Beni ahmad Saebeni ini menjelaskan beberapa pokok pembahasan di antaranya:
Plotinus
Pokok ajaran plotinus
Neoplatonisme
Pada bab 5 pengarang buku filsafat umum oleh Atang Abdul Hakim Dan Beni ahmad Saebeni ini menjelaskan beberapa pokok pembahasan di antaranya:
Justinus Martir
Clement
Origen
Tertullianus
Agustinus
Pada bab 6 pengarang buku filsafat umum oleh Atang Abdul Hakim Dan Beni ahmad Saebeni ini menjelaskan beberapa pokok pembahasan di antaranya:
Filsafat yunani Pra Socrates
Filsafat Sofisme
Pada bab 7 pengarang buku filsafat umum oleh Atang Abdul Hakim Dan Beni ahmad Saebeni ini menjelaskan beberapa pokok pembahasan di antaranya:
Socrates
Plato dan Idiealismenya
Aristoteles
Pada bab 8 pengarang buku filsafat umum oleh Atang Abdul Hakim Dan Beni ahmad Saebeni ini menjelaskan beberapa pokok pembahasan di antaranya:
Aliran-aliran pramaterialistik
Rasionalisme
Idealisme
Empirisme
Pada bab 9 pengarang buku filsafat umum oleh Atang Abdul Hakim Dan Beni ahmad Saebeni ini menjelaskan beberapa pokok pembahasan di antaranya:
Kritisme dan ciri-cirinya
Kritik atas rasio murni
Pada taraf indra
Pada taraf akal budi
Pada taraf rasio
Kritik atas rasio kritis
Kritik atas daya pertimbangan
Pada bab 10 pengarang buku filsafat umum oleh Atang Abdul Hakim Dan Beni ahmad Saebeni ini menjelaskan beberapa pokok pembahasan di antaranya:
Riwayat hidup Auguste Comte
Pengertian positivisme
Perspektif possitivistik tentang masyarakat
Hukum Tiga Tahap
Prinsip-prinsip keteraturan sosial
Agama Humanitas
Tiga Zaman perkembangan pemikiran manusia
Susunan ilmu pengetahuan
Pada bab 11 pengarang buku filsafat umum oleh Atang Abdul Hakim Dan Beni ahmad Saebeni ini menjelaskan beberapa pokok pembahasan di antaranya:
Terminologi pragmatisme
William james (1842- 1910 M)
John Dewey (1859 M)
Pada bab 12 pengarang buku filsafat umum oleh Atang Abdul Hakim Dan Beni ahmad Saebeni ini menjelaskan beberapa pokok pembahasan di antaranya:
Fenomenologisme
Pada bab 13 pengarang buku filsafat umum oleh Atang Abdul Hakim Dan Beni ahmad Saebeni ini menjelaskan beberapa pokok pembahasan di antaranya:
Terminologi Eksistensialisme
Martin Heidegger (1859 M)
J.P. sartre
Gabriel Marcel
Pada bab 14 pengarang buku filsafat umum oleh Atang Abdul Hakim Dan Beni ahmad Saebeni ini menjelaskan beberapa pokok pembahasan di antaranya:
Renaissance
Humanisme
Konsep Ekssistensialis tentang Manusia
Pada bab 15 pengarang buku filsafat umum oleh Atang Abdul Hakim Dan Beni ahmad Saebeni ini menjelaskan beberapa pokok pembahasan di antaranya:
Naturalisme
materialisme
Emansipasi Manusia Karl Mark
Pada bab 16 pengarang buku filsafat umum oleh Atang Abdul Hakim Dan Beni ahmad Saebeni ini menjelaskan beberapa pokok pembahasan di antaranya:
Filsafat hidup
Naluri
Akal
Intuisi
Agama
Pada bab 17 pengarang buku filsafat umum oleh Atang Abdul Hakim Dan Beni ahmad Saebeni ini menjelaskan beberapa pokok pembahasan di antaranya:
Terminologi fenomenologi
Redukssi fenomenologis
Reduksi Eidetis dan fenomenologi Transendental.
Pada bab 18 pengarang buku filsafat umum oleh Atang Abdul Hakim Dan Beni ahmad Saebeni ini menjelaskan beberapa pokok pembahasan di antaranya:
Sekularisme:
George jacub Holyoake (1817 -1906 M):
Prinsip dasar etika sekularisme:
Prinsip rasio dan kecerdasan
Pada bab 19 pengarang buku filsafat umum oleh Atang Abdul Hakim Dan Beni ahmad Saebeni ini menjelaskan beberapa pokok pembahasan di antaranya:
Struktur sosial dan moralitas hegelian:hanya ada satu substansi yang menampakkan diri sebagai bereksistensi dan berfikiran (dua sifat dasar menurut Descartes);deus sive natura (alloh atau alam).
Moralitas hegel:hegel menempatkan diri atas paham moralitas otonom yang dikembangkan kant. Akan tetapi.ia sekaligus kritis terhadap kant.
Pada bab 20 pengarang buku filsafat umum oleh Atang Abdul Hakim Dan Beni ahmad Saebeni ini menjelaskan beberapa pokok pembahasan di antaranya:
Terminologi filsafat islam: pengetahuan dibangun atas dasar pengenalan indrawi dan dengan adanya kekuatan rasio. Akan tetapi, kebenaran indrawi dan rasio belom menyentuh kebenaran esensinya (mahiyyah) yang tetap karena sifat-sifat yang indrawi berubah-ubah dan kondisinya pun berbeda-beda, sedangkan fungsi esensi sesuatu ialah memegang ciri-ciri substansinya yang pokok ketika terjadi perubahan keadaan.
Al-kindi
Al-farabi
Al-ghazali
Ibnu sina
Ibnu Rusdy (520 -596 H/1126 -1198 M)
Penutup
Secara kesuluruhan bagi saya pribadi dan bagi para pembaca nantinya buku ini lah sangat lah pantas untuk di baca dan di teliti, kerna buku ini sangat lah menarik untuk di baca baik bagi para pemula, maupun para guru-guru/dosen-dosen atau para peniliti yang ingin membaca buku filsafat ini.
Buku ini juga bisa dijadikan bahan makalah,maupun bahan diskusi,maupun juga sebagai buku bacaan untuk orang awam yang ingin mengetahui ilmu filsafat.
Daftar Pustaka
Abdur Rozakdan Isep Zainal Arifin, 2002. Filsafat umum, gema media pusakatama, bandung.
Poedjawijatna,1989. Pembimbing ke Arah alam Filsafat, pembangunan, jakarta.
Abudin Nata, 1993. Ilmu kalam, filsafat, dan tasawuf, rajawalipress, jakarta.
Poespoprodjo, 1985. Logika scientifika, Remadja Karya, bandung.
Abu Bakar Aceh,1970, sejarah filsafat Islam, Ramadhani, semarang.
Takdir alisyahbana, 1988. Pembimbing ke filsafat metafisika, dian Rakyat, jakarta.
Asmoro Achmadi, 1995. Filsafat umum, rajawali, jakarta.
Sumarjono, 1993, Hermeneutik, kanisius, yogyakarta.
Ahmad Syadali dan mudzakir, 2004. Filsafat umum, pustaka setia, Bandung.
Sutardjo A. Wiramihardja, 2006. Pengantar filsafat, Refika Aditama, bandung.
Ahmad Tafsir, 2006. Filsafat umum akal dan hati sejak Thales sampai Capra, rosda Bandung.
Soekanto, soerjono, 1987.sosiologi suatu pengantar. Rajawali press, jakarta.
A. Hanafi, 1976. Pengantar filsafat islam, bulan bintang, jakarta.
Muslim ishak, 1980. Tokoh-tokoh Filsafat islam dari Barat, bina ilmu, surabaya.
Abu Ahmadi, 1987, filsafat islam, toha putra, semarang.
Andi Hakim Nasution, 1989. Pengantar ke filsafat sains, litera Antar Nusa, bogor.
Anton bekker, 1986. Metode-metode filsafat, Galia indonesia, jakarta.
Bakri, Hasbullah, 1961. Sistematika Filsafat, AB. Siti syamsiyah, solo.
Bernard Delfgaaw, 1992, sejarah Ringkas filsafat Barat, terjemahan soerjono soemargono, Tiara Wacana, yogyakarta.
Bertrand Russel, 1979. Historynof Western philosiphi, George Alien And Unwind publisher Ltd, london.
Cecep sumarna, 2006. Filsafat ilmu dari hakikat menuju nilai, pustaka bani Quraisy, Bandung.
Endang Syaifuddin Ansori, 1981, ilmu filsafat dan agama, Bina ilmu, surabaya.
Franz Magnis Suseno, 1992, Filsafat sebagai ilmu kritis, Kanisius, yogyakarta.
Hamka, 1987, filsafat ketuhanan, karunia, surabaya.
Juhaya S. Pradja, 2002. Aliran-aliran Filsafat dan Etika, yayasan piara, bandung.
sangat baguss
BalasHapustrimakasih