Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

TAKHRIJUL HADIST

BAB I PENDAHULUAN A.   Latar Belakang Langkah awal dalam melakukan kegiatan penelitian hadis adalah kegiatan   Takhrij al-Hadis (selanjutnya cukup disebut takhrij). Kegiatan ini sangat penting, karena tanpa kegiatan ini terlebih dahulu maka akan sulit diketahui asal-usul riwayat hadis yang akan diteliti. Kegiatan penelitian hadis, baik dari segi sanad maupun dari segi matan sangat penting. Upaya penelitian terhadap hadis-hadis yang tertuang dalam beberapa kitab hadis merupaka sebuah keharusan. Karena kitab-kitab hadis yang disusun oleh para mukharrij-nya masing-masing memuat riwayat hadis baik sanad-nya maupun mata-nya. Artinya, para mukharrij bersikap terbuka dengan mempersilahkan para ahli yang berminat untuk meneliti semua hadis yag terhimpun dalam kitab hadis yang mereka susun. Kegiatan penelitian hadis berlandaskan pada signifikansi hadis sebagai sumber otoritatif kedua setelah al-Qur’an menempati posisi yang sangat urgen. Otoritas Nabi Muhammad saw. Di luar al-Q...

KHUTBAH

KHUTBAH PERTAMA الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ خَلَقَ الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ، وَفَضَّلَهُ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ بِالْإِنْعَامِ وَالتَّكْرِيْمِ، فَإِنِ اسْتَقَامَ عَلى طَاعَةِ اللهِ اسْتَمَرَّ لَهُ هذَا التَّفْضِيْلُ فِي جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَإِلاَّ رُدَّ فِي الْهَوَانِ وَالْعَذَابِ الْأَلِيْمِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَهُوَ الْخَلاَّقُ الْعَلِيْمِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ شَهِدَ لَهُ رَبُّهُ بِقَوْلِهِ: {وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيْمِ} صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ سَارُوْا عَلَى النَّهْجِ القَوِيْمِ وَالصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْرًا، أَمَّ بَعْدُ: أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوْا اللهَ تَعَالىَ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ، وَإِنَّمَا يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ Ma’asyiral   muslimin   rahimakumullah M arilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah   Subha...

PENGERTIAAN QIRAAT

BAB I PENDAHULUAN A.   Latar Belakang Al-Quran merupakan pedoman umat Islam yang berisi petunjuk dan tuntunan komprehensif guna mengatur kehidupan di dunia dan akhirat. Ia merupakan kitab otentik dan unik, yang mana redaksi , susunan maupun kandungan maknanya berasal dari wahyu, sehingga ia terpelihara dan terjamin sepanjang zaman. Sulit dibayangkan sekiranya umat Islam tidak memiliki al-Qur’an.Padahal ia adalah umat terakhir, umat yang diutus Allah sebagai saksi atas perbuatan semua manusia, dan umat terbaik yang rasulnya menjadi rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil ‘alamin). Atau sulit dibayangkan sekiranya al-Qur’an yang ada di tangan umat ini bukan berasal dari ‘Tangan’ Zat yang maha mengetahui segala sesuatu yang gaib dan yang zahir. Fenomena al-Qur’an sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad saw ternyata bagaikan magnet yang selalu menarik minat manusia untuk mengkaji dan meneliti kandungan makna dan kebenarannya. Al-Qur’an yang diturunkan atas tujuh huruf (sab’ah...